Nasib seseorang di masa depan tak akan ada yang tahu. Hal tersebut cocok dialamatkan kepada seorang remaja pendukung Belgia bernama Axelle Despiegelaere.
Nama remaja 17 tahun itu mencuat di pentas Piala Dunia 2014 usai sering disorot kamera kala mendukung Belgia di beberapa stadion. Paras ayu yang dimiliki Axelle menjadikannya fenomena di dunia maya.
Tertarik dengan pesona Axelle, perusahaan kosmetik beken dunia, L'Oreal pun mengontraknya sebagai model iklan. Berikut Foto lengkapnya.
[flagallery gid=36]
Sabtu, 05 Juli 2014
Jumat, 04 Juli 2014
Piala Dunia 2014 : Brasil Diharuskan Menjadi Juara
Bek asal Brasil, David Luiz, menegaskan bahwa Selecao harus menjadi juara pada ajang Piala Dunia 2014 ini. Ia selalu memberi semangat kepada rekannya dan jangan sampai terlihat lengah oleh lawan pada laga yang akan dihadapi nya nanti. Luiz sangat yakin dan mengharuskan kemenangan berada di pihak Brasil, terlebih karena ajang akbar ini diselenggarakan di kandang tim samba.
Mereka mengemban harapan 200 juta warga Brasil yang juga sangat menginginkan kebanggaan untuk kembali meraih trofi Piala Dunia untuk ke-enam kalinya. Ia pun juga optimis dikarenakan pelatihnya yaitu Scolari yang pernah memenangkan dan memiliki kepiawaian dalam mengontrol skuat Selecao.
Namun, sebelum itu mereka harus menyingkirkan Kolombia terlebih dahulu sebelum mewujudkan target nya. Mantan legenda Brasil, Bebeto, juga mengatakan bahwa Brasil harus memenangkan laga tersebut agar dapat lebih tenang dan melaju ke pertandingan selanjutnya. " Brasil harus memenangkan laga melawan Kolombia agar dapat mengurangi kekhawatiran para suporter nya. Dan diharapkan agar permainan Brasil tak seperti kemarin pada saat melawan Cili yang menghasilkan ketegangan yang luar biasa." tandasnya.
Mereka mengemban harapan 200 juta warga Brasil yang juga sangat menginginkan kebanggaan untuk kembali meraih trofi Piala Dunia untuk ke-enam kalinya. Ia pun juga optimis dikarenakan pelatihnya yaitu Scolari yang pernah memenangkan dan memiliki kepiawaian dalam mengontrol skuat Selecao.
Namun, sebelum itu mereka harus menyingkirkan Kolombia terlebih dahulu sebelum mewujudkan target nya. Mantan legenda Brasil, Bebeto, juga mengatakan bahwa Brasil harus memenangkan laga tersebut agar dapat lebih tenang dan melaju ke pertandingan selanjutnya. " Brasil harus memenangkan laga melawan Kolombia agar dapat mengurangi kekhawatiran para suporter nya. Dan diharapkan agar permainan Brasil tak seperti kemarin pada saat melawan Cili yang menghasilkan ketegangan yang luar biasa." tandasnya.
Kamis, 03 Juli 2014
Piala Dunia 2014 : Brazil Tergantung Neymar, Kolombia Santai
Brazil dinilai sangat bergantung kepada Neymar. Sebaliknya, Kolombia tidak bergantung kepada James Rodriguez yang tampil sensasional di Piala Dunia 2014. Hal tersebut disampaikan mantan pelatih tim nasional Brasil, Carlos Dunga, jelang pertandingan perempat final antara Brasil melawan Kolombia di Estadio Castelao, Fortaleza. Ketergantungan ini dinilai bisa menjadi pisau belati yang dapat merusak Brazil. Jika ada suatu hal yang terjadi, semisalnya cidera yang menimpa pemain. Hal ini akan berdampak sangat serius pada pertandingan selanjutnya. Sebut saja jika Brazil tanpa Neymar di Final Piala Dunia 2014.
"Brazil dan Argentina sangat tergantung Neymar dan Lionel Messi. Sementara Kolombia tidak tergantung kepada James sehingga mereka semua bermain sangat baik dan juga memberikan penampilan bagus," sambungnya. Terlepas dari itu, Dunga berharap Brasil melaku ke final, melawan Argentina. "Karena persaingan tersengit di negara Amerika Selatan adalah Brasil dan Argentina. Dua negara tersebut akan berhenti untuk laga final," tuturnya.
Walau negara Amerika Selatan di daulat melaju ke babak final, akan tetapi masih banyak negara-negara Eropa yang sanggup menggoyang posisi negara-negara kandidat juara asal lokal. Lihat saja Jerman, Belanda dan Perancis yang memiliki daya saing tinggi dan kuat. "Kolombia memiliki James pemain yang sangat bagus tetapi kesuluruhan tim mendukung James. Mereka semua juga bermain sangat baik," kata Dunga. Adapun Brasil harus susah payah meraih tiket perempat final dengan mengalahkan Cile melalui adu penalti.
Rodriguez berada di posisi puncak pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dengan koleksi lima gol. Pemain AS Monaco tersebut memiliki peran besar di balik kesuksesan Kolombia melaku ke perempat final. Nama Rodriguez pun mulai diincar klub-klub besar termasuk Real Madrid.
"Brazil dan Argentina sangat tergantung Neymar dan Lionel Messi. Sementara Kolombia tidak tergantung kepada James sehingga mereka semua bermain sangat baik dan juga memberikan penampilan bagus," sambungnya. Terlepas dari itu, Dunga berharap Brasil melaku ke final, melawan Argentina. "Karena persaingan tersengit di negara Amerika Selatan adalah Brasil dan Argentina. Dua negara tersebut akan berhenti untuk laga final," tuturnya.
Walau negara Amerika Selatan di daulat melaju ke babak final, akan tetapi masih banyak negara-negara Eropa yang sanggup menggoyang posisi negara-negara kandidat juara asal lokal. Lihat saja Jerman, Belanda dan Perancis yang memiliki daya saing tinggi dan kuat. "Kolombia memiliki James pemain yang sangat bagus tetapi kesuluruhan tim mendukung James. Mereka semua juga bermain sangat baik," kata Dunga. Adapun Brasil harus susah payah meraih tiket perempat final dengan mengalahkan Cile melalui adu penalti.
Rodriguez berada di posisi puncak pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dengan koleksi lima gol. Pemain AS Monaco tersebut memiliki peran besar di balik kesuksesan Kolombia melaku ke perempat final. Nama Rodriguez pun mulai diincar klub-klub besar termasuk Real Madrid.
Wags Timnas Ghana Tak Kalah Cantik Dengan Wags Lainnya

Timnas Ghana pun juga memiliki WAGs dengan paras cantik. Setidaknya ini bisa dilihat dari dua WAGs Ghana, Melissa Satta dan Menaye Donkor.
Jika timnas Spanyol punya Sara Carbonero, Brasil punya Bruna Marquezine, Argentina punya Antonella Roccuzzo, dan Jerman punya Lena Gercke, maka timnas Ghana tidak mau kalah. Tim berjuluk The Black Stars itu juga punya WAGs yang cantik, yakni Melissa Satta dan Menaye Donkor.
Melissa adalah tunangan gelandang serang Kevin-Prince Boateng, sedangkan Menaye merupakan istri dari Sulley Muntari. Seperti dilansir El Balon Rosa, keduanya hadir di stadion saat timnas Ghana melawan Amerika Serikat dan Jerman pada pertandingan Grup G Piala Dunia 2014.
Melissa mengunggah foto bersama Menaye di sela pertandingan Ghana melawan Jerman yang berakhir imbang 2-2. Keduanya menjadi salah satu sorotan utama suporter lainnya yang hadir di Stadion Castelao. Sayangnya, Melissa dan Menaye tidak bisa menyaksikan laga ketiga Ghana di Grup G melawan Portugal, 26 Juni 2014.
Hal itu dikarenakan Boateng dan Muntari dipulangkan oleh pelatih Akwasi Appiah. Keduanya dicoret Federasi Sepakbola Ghana (GFA) karena dianggap melakukan indisipliner. Boateng dikabarkan sudah menghina pelatih Akwasi Appiah, sedangkan Muntari memukul salah satu pengurus GFA, Moses Armah.
Boateng mengaku kesal dengan persiapan yang dilakukan GFA untuk timnas Ghana selama Piala Dunia 2014. Gelandang Schalke 04 itu mengatakan GFA melakukan persiapan seperti organisasi amatir.
"Mimpi buruk kami terjadi sejak hari pertama persiapan hingga hari terakhir. Kami tiba di Brasil menggunakan penerbangan ekonomi selama 12 jam, kaki kami sampai lemas. Bagi orang biasa mungkin terdengar aneh, tapi bagi atlet kompetitif, itu memalukan," ujar Boateng kepada Bild.
"Presiden GFA duduk di kelas bisnis bersama keluarganya. Setibanya di Brasil, tas kami hilang. Kami dua hari tidak mengenakan sepatu sepakbola. Hotel kami juga bencana. Saya harus meminta kamar lain, karena atapnya bocor," sambungnya.
Rabu, 02 Juli 2014
Piala Dunia 2014 : Witsel Optimis Belgia Gaet Trofi
Gelandang asal Belgia, Axel Witsel, sangat yakin bahwa Belgia akan meraih kemenangan pada ajang Piala Dunia 2014 ini. Maka itu, mereka akan berjuang keras melawan Argentina pada hari Sabtu (5/7) nanti setelah sebelumnya Diables Rouges berhasil menyingkirkan Amerika Serikat dengan skor 2-1.
Mengingat ketika pertandingannya melawan AS yang pada akhirnya Belgia mampu menambah angka di babak perpanjangan waktu. "pertandingan tersebut membuat kami putus asa, jika ada kesempatan kami terus menembakkan bola ke gawang AS, beruntungnya kami dapat menang pada laga itu" ujar Witsel.
Tak hanya Witsel, tapi seluruh skuat asuhan Marc Wilmots sangat berambisi untuk menjadi juara pada kompetisi bergengsi kali ini. mereka akan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan Argentina dan melaju ke babak final. Tak peduli berapapun skor yang mereka dapatkan. Tujuan mereka hanya trofi dan kebanggaan untuk negaranya.
Mengingat ketika pertandingannya melawan AS yang pada akhirnya Belgia mampu menambah angka di babak perpanjangan waktu. "pertandingan tersebut membuat kami putus asa, jika ada kesempatan kami terus menembakkan bola ke gawang AS, beruntungnya kami dapat menang pada laga itu" ujar Witsel.
Tak hanya Witsel, tapi seluruh skuat asuhan Marc Wilmots sangat berambisi untuk menjadi juara pada kompetisi bergengsi kali ini. mereka akan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan Argentina dan melaju ke babak final. Tak peduli berapapun skor yang mereka dapatkan. Tujuan mereka hanya trofi dan kebanggaan untuk negaranya.
Selasa, 01 Juli 2014
Laga Pertandingan Argentina Istri Messi Senewen

Pertandingan antara Argentina kontra Swiss berlangsung amat menegangkan buat suporter La Albiceleste. Bahkan, istri Lionel Messi terlihat amat gelisah sepanjang laga.
Pada laga yang digelar di Sao Paulo, Messi cs dipaksa bekerja keras oleh Swiss. Sang lawan begitu menekan sepanjang babak pertama dan terus menyulitkan.
Pertandingan terus berjalan ketat sampai akhirnya harus masuk ke babak perpanjangan waktu. Laga tersebut membuat ribuan suporter Argentina yang hadir di Estadio de Corinthians itu gugup.
Tak ketinggalan istri Messi, Antonella Roccuzzo, yang hadir langsung di tribun stadion. Seperti dilansir Barcastuff, istri kapten Argentina itu tampak senewen dengan mengigit-gigit kukunya. Antonella lengkap menggunakan kostum Argentina.
Antonella ternyata tidak sendirian. Putra Messi, Thiago, pun ikut hadir bersama sang ibu. Bocah kecil itu serasi dengan orangtuanya menggunakan kostum biru-putih khas Argentina.
Gol pemecah kebuntuan Argentina akhirnya baru muncul dua menit jelang masuk ke drama adu penalti. Menerima bola dari lini tengah, Messi melewati satu orang lalu menyodorkan bola ke Angel Di Maria. Bola pun berhasil masuk ke gawang Swiss. Argentina lolos.
Setelah ini, Messi akan kembali membela Argentina di babak perempat final melawan Belgia. Partai tersebut akan digelar pada 5 Juli 2014 mendatang.
Piala Dunia 2014 : Jerman Pulangkan Aljazair
Jerman yang memang salah satu tim favorit juara Piala Dunia 2014 membuktikan bahwa mereka memang mampu. Terbukti pertandingan 16 besar Piala Dunia, Jerman menundukan Aljazair dengan skor 2 - 1. Akan tetapi banyak yang menilai bahwa permainan Jerman kali ini merupakan yang terburuk.
Jerman dipaksa untuk bermain di sesi tambahan dengan menahan imbang skor 0 - 0 sampai akhir waktu selesai. Semua gol di cetak pada sesi waktu tambahan, hal ini membuat tekanan semakin terasa bagi para pemain maupun supporter timnas masing-masing. Di babak tambahan tersebutlah, Mesut Oezil menjadi pahlawan Jerman dengan mencetak gol pada menit ke 119. Jika Mesut Oezil pada saat itu tidak berhasil menendang bola ke gawang Aljazair, bisa jadi euphoria tendangan pinalti antara Brazil vs Chile terulang kembali.
Setelah berhasil menang atas Aljazair, Jerman harus mempersiapkan diri untuk melawan Perancis. Les Bleus juga merupakan salah satu tim favorit sebagai kandidat juara Piala Dunia 2014 selain Brazil. Perancis lolos ke babak selanjutnya setelah berhasil mengalahkan Nigeria dengan skor 2 - 0. Permainan berjalan normal hingga tiupan wasit yang menandai akhir pertandingan.
Pada awal pertandingan, tekanan der Panzer sangatlah terasa, pertahanan Aljazair sempat kocar kacir karena permainan cepat yang diterapkan Loew. Sebaliknya, Aljazair menerapkan strategi counter offensive yang juga berhasil menembus pertahanan kuat Jerman di lini belakang. Berbagai peluang emas yang dapat di gunakan oleh Jerman masih tertahan dengan pertahanan keras M'Bolhi, kiper Aljazair. Tidak mengherankan lah jika ia menjadi man of the match di pertandingan antara Jerman vs Aljazair.
Jerman dipaksa untuk bermain di sesi tambahan dengan menahan imbang skor 0 - 0 sampai akhir waktu selesai. Semua gol di cetak pada sesi waktu tambahan, hal ini membuat tekanan semakin terasa bagi para pemain maupun supporter timnas masing-masing. Di babak tambahan tersebutlah, Mesut Oezil menjadi pahlawan Jerman dengan mencetak gol pada menit ke 119. Jika Mesut Oezil pada saat itu tidak berhasil menendang bola ke gawang Aljazair, bisa jadi euphoria tendangan pinalti antara Brazil vs Chile terulang kembali.
Setelah berhasil menang atas Aljazair, Jerman harus mempersiapkan diri untuk melawan Perancis. Les Bleus juga merupakan salah satu tim favorit sebagai kandidat juara Piala Dunia 2014 selain Brazil. Perancis lolos ke babak selanjutnya setelah berhasil mengalahkan Nigeria dengan skor 2 - 0. Permainan berjalan normal hingga tiupan wasit yang menandai akhir pertandingan.
Pada awal pertandingan, tekanan der Panzer sangatlah terasa, pertahanan Aljazair sempat kocar kacir karena permainan cepat yang diterapkan Loew. Sebaliknya, Aljazair menerapkan strategi counter offensive yang juga berhasil menembus pertahanan kuat Jerman di lini belakang. Berbagai peluang emas yang dapat di gunakan oleh Jerman masih tertahan dengan pertahanan keras M'Bolhi, kiper Aljazair. Tidak mengherankan lah jika ia menjadi man of the match di pertandingan antara Jerman vs Aljazair.
Langganan:
Postingan (Atom)